PANGKALPINANG – Fendy (38) warga Semabung Kota Pangkalpinang, sekaligus pemilik jasa sewa sound system, harus mengalami kerugian sebesar RP. 54 Juta, lantaran jasa sewa sound system plus lightingnya tak kunjung dibayar oleh pengelola event.
Akibatnya, pemilik sound system yang sudah melanglang buana di dunia entertaint itu, resmi melaporkan kerugiannya ke Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jum’at pekan lalu.
Kejadian itu terjadi pasca event Latihan Lompat Vol 2, di Desa Pedindang pada tanggal 5 sampai 7 Februari 2026.
Pada acara itu sejumlah artis top Ibukota, hingga artis lokal dari Bangka hadir menghibur dan memeriahkan acara itu.
Menurut Fendy, si pengelola event yakni Fandy Achmad dari Kirana Managemen, sudah membuat kesepakatan seperti halnya surat kontrak antara mereka berdua.
Namun alih-alih lunas, Fendy hanya menerima uang muka saja sebesar RP. 6 Juta. Dan sampai saat ini, tidak ada pembayaran.
” Ini surat kontraknya, dealnya RP. 60 Juta untuk 3 hari acara. Baru dibayar sama Fandy Achmad itu RP. 6 Juta. Pas h-3 sebelum acara itu dia bayar DP,” kata Fendy, Sabtu (21/02/2026)
Dikatakan Fendy, dirinya yang menuntut haknya, namun alasan Fandy dari Kirana Management adalah tiket masuk yang kurang laku terjual menjadi alasannya tidak membayar.
” Alasannya gara-gara tiket masuk nggak laku. Kan aneh, nggak ada urusan lah sama kami. Kami tahunya kerja sesuai kontrak. Ada juga alasannya, katanya uang di istrinya. Kan aneh, karena udah nggak bener dan saya juga sudah berupaya untuk menagih, ngerasa ketipu donk saya dalam hal ini, saya lapor lah ke Polisi,” ungkapnya.
Fendy mengaku, dirinya hanya menuntut haknya saja sebelumnya. Sebab, ada tanggung jawab yang harus dia selesaikan termasuk managemen mereka sendiri.
Namun lantaran dia merasa tidak ada jawaban yang pasti dari Fandy Achmad selaku pengelola EO Kirana Management, maka dia memilih untuk menempuh jalur hukum.
Sementara pengelola EO Kirana Management Fandy Achmad saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan, dirinya menyayangkan berita yang sebelumnya yang dianggap tidak sesuai.
Fandy mengaku, memang ada kekurangan dalam hal pembayaran jasa sewa soundsystem lighting terhadap Fens Audio.
” Kalau masalah kekurangan pembayaran memang saya akui itu benar. Tapi saya sangat menyayangkan, berita sebelumnya itu yang sudah melebar kemana-mana. Seperti menyangkut nama-nama artis lain, kan nggak ada urusannya itu,” ungkap Fandy.
Untuk masalah kendala event itu kata Fandy, memang ada indikasi duplikasi penjualan tiket, yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu.
Diakui Fandy, memang tiket terjual sebanyak 4000 tiket. Namun, ketika dikalkulasikan hanya 2000 tiket yang terjual.
Dan itu kata Fandy, dia masih merasa koperatif dan menjelaskan langsung kepada Fendy selaku pihak Fens Audio.
” Kami sudah metting beberapa hari setelah acara. Masalah tiket yang ada indikasi ada duplikasi. Dan ada Ko Fendy juga pakai HP saya untuk ngambil nomor telepon bagian percetakan tiket di Jawa sana. Dan benar itu, dia telpon sendiri,” jelasnya.
Atas hal ini tak menampik, Fandy bersedia jika dilaporkan ke Polisi akan permasalahan ini. Namun dia menegaskan, dirinya tidak lari dari masalah.
Namun dia menyayangkan jika dia terus disudutkan. Sebagai saat ini, dia berupaya untuk menutupi kekurangan pembayaran itu.
” Nggak masalah kalau mau lapor. Cuma kalau disudutkan terus, gimana saya mau kerja nyelesaikan ini,” ujarnya. (Edho)









