BANGKA – Layang-layang, adalah mainan tempo dulu yang sepertinya kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak bahkan kaum umum. Namun masih ada juga saat ini yang masih hobi bermain
Iya, layangan adalah mainan tradisional yang trend di era 90an. Dan kini sudah banyak dikreasikan dengan berbagai macam motif dan bentuk.
Seperti yang ada di Kecamatan Belinyu, Umar (47) seorang pria asal Madura Jawa Timur, yang sudah menetap di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, masih tetap eksis mempertahankan mainan tradisional ini.
Sudah ratusan layangan dengan berbagai macam bentuk dan motif yang dia buat. Dan menghasilkan daya beli yang meningkat.
Ditemui di warkop Pak Su di depan klinik medika stania Kecamatan Belinyu, Minggu (05/07/2026) siang, Umar mengaku sudah menekuni bakat membuat layangan sejak puluhan tahun.
” Kalau bisa membuat layangan ini kurang lebih sudah 35 tahun. Dari masih di kampung di Madura sana, Allhamdulillah sudah bikin layang-layang,” ucapnya, sembari menyeruput kopi.
Umar mengaku, butuh waktu beberapa pekan untuk menghasilkan layangan dengan berbagai macam motif dan bentuk.
Dilanjutkan Umar, untuk harga setiap layangan berkisar variatif. Dari harga Puluhan Ribu Rupiah hingga Ratusan Ribu. Tergantung motif dan bentuk.
” Kalau harga, paling murah itu RP. 50 Ribu per satu layangan. Ada yang paling mahal itu RP. 500 Ribu. Tergantung bentuknya dan tingkat kesulitan dalam membuatnya. Termasuk bahan yang diperlukan,” ungkapnya.
Untuk omset yang dicapai kata Umar, dia tidak bisa memastikan itu. Sebab kata dia, tergantung dari pada minat pembeli itu sendiri.
Namun meski demikian, Umar juga berharap mainan layangan ini tidak punah dimakan usia atau modernisasi.
Nah, kerajinan seperti ini patut dipertahankan. Sebab, di era modern ini tentunya jangan sampai usang ditelan waktu.
Perhatian dan peran pemerintah juga diharapkan bisa menjadikan ini atensi. Sebab mempertahankan tradisi.
Salah satu contohnya, bisa saja dibuatkan sejenis even festival layangan. Mungkin bisa menimbulkan animo untuk masyarakat.
Serta, bisa memberikan dampak ekonomi bagi pengerajin layangan seperti Umar yang saat ini masih eksis.
Untuk masyarakat Kecamatan Belinyu, ayo dong sayang anak. Mari boyong layangan hasil karya Kak Umar.
Bagi masyarakat yang berminat, bisa datang ke warkop Pak Su. Tepatnya di depan klinik medika Belinyu. Deretan rumah eks pejabat PT Timah. (Edho)









