BANGKA – Polres Bangka, melalui Polsek Bakam membeberkan kronologis kejadian tewasnya pekerja pabrik CPO PT PMM yang ada di Kecamatan Bakam, pada Selasa kemarin.
Kapolsek Bakam IPDA Harun Pardamean seizin Kapolres Bangka mengungkapkan, kejadian itu terjadi pada pukul 10.00.WIB kemarin. Menurut Harun, korban merupakan pekerja dibagian produksi.
” Kejadiannya kemarin jam 10 pagi. Korban sebagai helper pressing dibagian proses produksi,” kata Harun, Rabu (06/05/2026) siang.
Dilanjutkan Harun, berdasarkan keterangan dari saksi yakni rekan kerja korban sendiri. Korban pada saat itu berada di posisi mesin fibrating screening.
Namun alsecara tiba – tiba korban terjatuh ke lantai plat fibrating screening yang diduga kuat terkena setrum aliran listrik dari mesin pabrik.
Korban pun sempat dilarikan ke Puskesmas Kelapa guna mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang nyawanya tidak tertolong pada saat diperjalanan menuju puskesmas.
Dibeberkan Harun, terdapat sejumlah luka ditubuh korban, diduga akibat sengatan listrik pabrik yang kuat.
” Korban mengalami luka robek bagian lengan kiri dan luka lecet bagian kaki kiri,” beber Harun.
Akibat kejadian ini, tim unit Inafis dan reskrim pun kabarnya sudah melakukan olah TKP kemarin.
Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.
Dan saat ini kata Deddy, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan atas kasus naas tersebut.
” Iya, masih dilakukan proses penyelidikan,” tulis Deddy dalam pesan WhatsAppnya.
Hingga kini, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan.
Kabarnya, manager pabrik PT PMM itu dijabat oleh Asa Marpaung yang sampai saat ini belum bisa didapatkan kontaknya. (Edho)










