​Begini Kondisi Terminal Baru Belinyu Sekarang, 3 Unit Truk Sampah Dikerahkan

Bangka20 Dilihat
banner 468x60

BANGKA – Volume sampah di terminal Belinyu nampak sudah berkurang, berdasarkan hasil pantauan wartawan media ini, Rabu (01/072026) siang.

Sebanyak 3 truk pengangkut sampah, dikerahkan dari Sungailiat untuk mengatasi kelebihan volume sampah di Kecamatan Belinyu saat ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra mengungkapkan, langkah awal ini yang pihaknya lakukan adalah menambah armada truk angkut sampah

” Tiga unit mobil sudah meluncur dari Sungai Liat untuk mempercepat penanganan permasalahan sampah di Belinyu. Kami berkomitmen agar pelayanan kebersihan tetap terjaga dan tidak mengganggu kenyamanan warga,” kata Boy Yandra.

​Lebih lanjut Boy Yandra mengungkapkan, pihaknya telah membangun koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kecamatan, para Lurah, hingga pihak swasta guna mencari solusi permanen.

​” Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, lurah, dan juga PT Timah (Persero) Tbk. Fokus utamanya adalah penyediaan titik penampungan sampah sementara (TPS) bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam layanan retribusi,” tambah Boy Yandra.

​Masih kata Boy, DLH Kabupaten Bangka juga sedang menyusun proposal permohonan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada PT Timah (Persero) Tbk.

Dana tersebut kata Boy nantinya, diharapkan dapat memperkuat operasional pengelolaan sampah jangka panjang di wilayah Belinyu agar kendala serupa tidak terulang kembali.

Sementara Camat Belinyu Firmansyah mengatakan, pihaknya juga sudah terjun ke lapanga meninjau permasalahan itu. Termasuk mengerahkan seluruh mobil sampah milik setiap Kelurahan di Kecamatan Belinyu.

” Iya, kemarin sudah ke lapangan bersama para Lurah. Dan juga mengerahkan mobil sampah setiap Kelurahan untuk angkut sampah. Kemudian kami lanjut rapat dengan PT Timah,” kata Firmansyah.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Belinyu Joni Firmansyah mengungkapkan, dirinya mengaku heran dengan pemerintah yang dianggap tidak bisa mengatasi permasalahan sampah di Kecamatan Belinyu ini.

” Agak heran juga dengan Pemkab Bangka khususnya dinas LH yang paling bertnggung jawab dalam pengelolaan nya. Sebetulnya mereka punya komitmen nggak menyelesaikan persoalan sampah di Blinyu? Kok nggak pernah beres dari 4 tahun kemarin? Dari ribut-ribut masalah tempat pembuangan sementara, ditambah pngelolaan di TP yang tidak dkelola dengan baik bahkn nanti akan jdi masalah besar kedepannya,” jelasnya.

Kejadian seperti ini kata Joni kerap berulang ulang terjadi. Maka dia meminta kepada Bupati Bangka untuk segera dapat mengatasi masalah urgensi sampah ini secepatnya

” Karena sudah sangat mendesak disamping persoalan bau yang tidak sedap juga persoalan lingkungan yang jorok dan kotor serta kumuh yang bisa jadi sumber wabah atau penyakit,” ujarnya.

Namun meski demikian, kerja sama masyarakat juga diharapkan bisa dilakukan. Seperti tidak melempar atau membuang sampah ke TPS, bukan malah dibuang di seputaran jalan dari pasar lama ke pasar baru.

” Karena banyak ditemukn sampah brserakan yang dbuang sembarangan, ya saling bantu lah. Semoga Bupati Bangka cepat merespon masalah sampah di Belinyu ini,” kata dia.

Nampak truk sampah sedang mengangkut sampah di lingkungan terminal baru Kecamatan Belinyu. Dan saat ini volume sampah di lokasi itu sudah berkurang. (Edho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *