BANGKA – Sejak 6 tahun ini, sekelompok pemuda yang menamakan kelompok mereka Galank, kerap membangunkan masyarakat Kecamatan Belinyu untuk sahur.
Untuk diketahui tradisi likur adalah dmenyalakan lampu pelita atau cangkok di akhir Ramadhan tepatnya malam ke 21 atau ke 27 sebagai simbol spiritual menyambut Lailatul Qadar bagi umat Muslim.
Bahkan, mereka juga kreatif ! Mereka membuat pelita likur sepanjang 1,2 kilometer. Sebanyak 600 botol yang berisikan minyak untuk menyalakan api sebagai cahaya tertata rapi di sepanjang jalan Padang Lalang menuju Mantung, Kecamatan Belinyu.
Bahkan, terdapat sebuah gapura yang berisikan puluhan pelita likur yang menjadi pusat perhatian masyarakat yang melintas. Kemudian, ditata rapi satu per satu sepanjang 1,2 kilometer.
Perwakilan kelompok pemuda Galank Feri Distora mengaku, mereka membuat ratusan pelita likur itu selama kurang lebih sepekan.
” Kalau total likurnya ada 600 botol likur. Sejauh 1,2 kilometer. Ngerjainnya kurang lebih Seminggu lah. Allhamdulillah, anak-anak Galank ini memang sering bangunin sahur udah 6 tahun ini. Dan juga, bikin likur juga sama,” kata Feri, Rabu (18/03/2026) malam.
Galank sendiri kata Feri adalah sebutan atau gelar para remaja berangkat gede dan pemuda di Padang Lalang Kecamatan Belinyu.
Nah, kalau begini kan para pemuda justru lebih cenderung melakukan kegiatan yang positif. Supaya, terhindar dari kenakalan.
Santi (28) seorang perempuan, warga Kecamatan Belinyu yang kerap melintas daerah itu mengaku senang kala melihat kreatifitas pemuda Galank.
” Iya, seneng lihatnya. Sudah berapa tahun ini kalau puasa udah mau selesai ada likur ini,” ucapnya tawa. (Edho)








