Warga Penyusuk Datangi Ponton Isap Pulau Lampu, Dikawal Ketat Polisi

Bangka17 Dilihat
banner 468x60

BANGKA – Sejumlah masyarakat Penyusuk, Kecamatan Belinyu, mendatangi puluhan ponton isap yang bekerja di perairan perbatasan pulau lampu dan Bangka Barat, Kamis (15/10/2026)

Aksi spontanitas warga Penyusuk, Kecamatan Belinyu itu dikawal ketat oleh pihak Kepolisiann Polres Bangka melalui Polsek Belinyu, Satpolair Polres Bangka serta personel Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Saat pertemuan, kedua belah pihak itu dihadapan petugas membahas soal wilayah kerja yang dilakukan penambangan saat ini.

Mino salah satu perwakilan masyarakat Penyusuk menuturkan, pihaknya sudah pernah melakukan pertemuan dengan Kades Cupat dan Teluk Limau Bangka Barat.

Kata Mino, lokasi yang dikerjakan saat ini masih belum jelas masuk wilayah Kecamatan Belinyu atau Kabupaten Bangka Barat.

” Kami pernah mengadakan pertemuan dengan Kades Cupat dan Kades Teluk Limau. Bahwa lokasi yang kerjakan tambang saat ini masih belum tau kejelasan batas wilayah dan wilayah ini tidak boleh ada aktivitas tambang,”

Dilanjutkan Mino, saat ini pihaknya hanya ingin mengetahui siapa yang mengizinkan para penambang untuk menambang di wilayah saat ini dikerjakan.

Maka dari itu kata Mino, pihaknya meminta untuk tidak ada aktifitas penambangan di perairan itu sebelum adanya kesepakatan antara warga Penyusuk dan Desa Cupat Kabupaten Bangka Barat.

” Sampai dengan ada kesepakatan antara warga penyusuk dengan pihak desa cupat dan desa teluk limau, para penambang tidak ada melakukan aktivitas penambangan serta kami meminta agar segera menarik ponton keluar dari wilayah ini,” tegas Mino.

Dipihak lain yakni Udin, selaku perwakilan penambang dari Cupat Kabupaten Bangka Barat mengaku baru beberapa hari melakukan aktifitas penambangan di perairan itu.

” Diwilayah ini aktivitas penambangan baru berlangsung selama 3 hari. Kami hanya sebagai panitia lapangan dari desa Cupat,” kata Udin.

Kapolsek Belinyu melalui Panit I Opsnal Intelkam Aiptu Ademi mengatakan, pihaknya mengkawal aksi spontanitas ini guna menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

” Iya tadi mendampingi warga penyusuk yang turun kelaut untuk menghentikan aktivitas tambang yang sedang berlangsung saat ini. Dengan hadirnya kami pada kesempatan ini, kami berharap situasi tetep kondusif antara perwakilan warga penyusuk dengan pihak penambang,” kata Ademi.

Sementara Kapolsek Belinyu AKP Rizky Yanuar Hernanda saat dikonfirmasi, tidak memberikan tanggapan.

Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Delimunthe saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya akan terus mengkawal jika ada perselisihan dilingkup masyarakat.

Indra juga berharap, masyarakat tetap bisa menjaga kondusifitas dan tidak ada aksi yang dapat menimbulkan keributan.

” Kami akan dampingi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal agar tidak ada tambang ilegal di wilayahnya. Dan kami berharap masyarakat tetap menjaga kondusifitas kamtibmas,” kata Indra.

Hasil dari pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengkosongkan perairan itu dari kegiatan penambangan. (Edho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *