Sosok AKBP Pradana Aditya Nugraha, Kapolres Yang Memburu Peredaran Narkoba di Bangka Barat

Bangka Barat215 Dilihat
banner 468x60

Nama AKBP Pradana Aditya S.H S.I.K, mendadak jadi perhatian di sejumlah media. Dia sukses mengungkap kasus narkotika di Kabupaten Bangka Barat.

Selama setengah tahun berlalu di tahun 2026 ini, dibawah tongkat komandonya selaku Kapolres Bangka Barat, sudah 36 kasus narkoba diungkap oleh Satres Narkoba Polres Bangka Barat.

Pria lulusan Akademi Kepolisian atau AKPOL batalyon Tathya Dharaka tahun 2025 itu, menyambut baik wartawan media ini yang mencoba menggali informasi tentang dirinya.

Diwawancara eksklusif pada Sabtu (13/06/2026), AKBP Pradana Aditya nama sapaan trend di media mengungkapkan motivasinya untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Bangka Barat.

” Motivasi dalam memberantas narkoba di Bangka Barat adalah untuk melindungi dan menyelamatkan masyarakat kita di Bangka Barat supaya terhindar dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apapun. Pemahaman ini harus dibangun secara holistik bahwa narkotika itu akan merusak bangsa yang dapat membawa kerugian bagi dirinya pribadi, keluarga, dan lingkungan masyarakatnya,” ungkapnya, sembari ngobrol santai, menikmati weekend di salah satu warkop di Kota Pangkalpinang.

Selama tahun 2026 yang sudah setengah tahun berlalu ini, sebanyak 36 kasus narkotika sudah diungkap.

Bahkan, yang membuat heboh dan sampai nggak habis pikir, para terduga pelaku juga ada yang masih Anak-anak.

” Penanganan tindak pidana narkotika di sepanjang 2026 hingga saat ini totalnya tercatat 36 perkara dengan perincian penanganan 31 sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk penanganan selanjutnya, 2 perkara proses TAT atau rehabilitasi dan 3 perkara masih dlm proses penyidikan saat ini,” jelasnya.

” Adapun keseluruhan tersangka dari perkara tersebut, sebanyak 47 orang yang terdiri atas Dewasa itu ada 31orang Laki-laki, 6 orang Perempuan. Dan Anak-anak, ada 8 orang Laki-laki dan 2 orang Perempuan. Total BB yang di lakukan penyitaan keseluruhannya terdiri atas Sabu 898,38 gram. Ganja 341,24 gram dan Ecstacy 14,47 gram atau 35 butir,” bebernya.

Namun meski dikatakan rawan narkoba, pihaknya justru punya upaya khusus untuk mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Bangka Barat.

Terutama sasaranya adalah kaum muda, dengan diawali landasan hukum yang diperkuat melalui di sepakatinya MOU antara Polres Bangka Barat dengan Cabdin pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ditambah lagi Dinas pendidikan Kabupaten Bangka Barat sebagai penguatan upaya Kepolisian untuk masuk ke dunia pendidikan pada setiap jenjang dari mulai SD, SMP hingga SMA dan sederajad.

” Baik pada kegiatan yang sifatnya preemtif dan preventif dengan melibatkan pihak sekolah secara terjadwal dan pada beberapa sekolah juga cukup banyak yang proaktif dengan berkirim surat ke kami. Supaya dilakukan pembinaan dan sosialisasi bahaya narkoba kepada para siswanya,” kata dia.

Namun meski begitu dilanjutkan Pradana, diluar kegiatan sekolah, tentunya peran utama justru ada pada keluarga dan lingkungan sosial di masyarakat untuk ikut serta dan mau peduli dalam program pencegahan yang dibangun.

Upaya menyeluruh terkait pencegahan tersebut juga kata dia, secara umum dilakukan melalui kegiatan-kegiatan Kepolisian, baik yang sifatnya preemtif, preventif sampai dengan penegakan hukum yang menjadi langkah akhir.

Sehingga diluar dunia pendidikan juga kata dia, pihaknya melaksanakan sosialisasi dan himbauan serupa ke masyarakat pada beberapa Desa maupun kelompok masyarakat yang ada di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

Tidak hanya kasus narkoba saja yang menjadi atensi Polres Bangka Barat dibawah tongkat Komando AKBP Pradana Aditya. Sejumlah kasus pidana lainnya juga yang dianggap menonjol sudah diungkap oleh Polres Bangka Barat.

” Selain narkoba banyak juga tindak pidana menonjol lainnya yang terjadi dan beberapa kali juga,” ujarnya.

Pradana juga mempunyai hubungan baik dengan insan pers. Pihaknya kerap kali menggelar konfrensi pers untuk menyebarkan informasi ke masyarakat.

” Sering kami lakukan ekspos ke media atau press release sebagai bentuk transparansi di bidang penegakan hukum maupun sebagai bentuk edukasi yang diberikan ke masyarakat publik kita di Bangka Barat,” demikian AKBP Pradana Aditya Nugraha S.H S.I.K.

Nah, semoga saja Kabupaten Bangka Barat bisa terbebas dari peredaran narkoba. Dan juga bisa menjadi prestasi terbaik untuk Pak Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya. Untuk jenjang karir yang lebih baik. (***)

Penulis : Edho
Narasumber : AKBP Pradana Aditya SH S.I.K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *