BANGKA — Sejumlah masyarakat Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu turut berkecimpung dalam penambangan laut di perairan batu hitam, mengkubung dan sekitarnya.
Meski beberapa diantara dari yang berkecimpung dan mendukung kegiatan itu. Ada juga yang merasa menolak adanya kegiatan itu.
Lokasi perairan batu hitam dan sekitarnya nampak seksi dan kerap diberitakan beberapa waktu belakang. Bahkan nama salah seorang perangkat wilayah di salah satu dusun di Belinyu kembali dimunculkan dalam berita.
Andik warga RT Padang Labu Dusun Mengkubung mengaku, dia beserta rekan-rekannya mendukung adanya tambang itu. Kata Andik, dia yang kerap di lapangan sering melihat para penyanting timah dari berbagai wilayah di Kecamatan Belinyu.
” Jelas dukung lah. Orang cari makan disitu. Bukan cuma dari Mengkubung saja, lihat lah ke lapangan. Banyak yang dari Belinyu dari kampung mana itu, kayak Ibu-Ibu yang nyanting. Mereka sambil bawa kue malahan, tukar dengan timah dikasih penambang,” ungkapnya, Minggu (07/01) pagi.
Senada dengan Bujang warga Dusun Mengkubung juga mengaku, hampir seluruh masyarakat Dusun Mengkubung yang berkecimpung di tambang itu.
” Hampir 80 persen lah warga sini yang saya lihat ya ada di laut. Ada yang jadi penambang, ada yang panitia, ada yang jaga malam. Banyak lah mereka yang di laut itu, termasuk ada yang punya ponton,” kata Bujang.
Menurutnya, banyak juga masyarakat setempat yang merasa terbantu dari segi ekonominya ketika tambang itu berjalan.
” Yaa Allhamdulillah lah, setahu saya nggak ada yang jadi pengangguran. Kalau laut ditutup mau kerja dimana kita-kita termasuk masyarakat. Bukan sedikit orang juga yang bergantung hidup disitu,” ujarnya.
Joni warga Dusun Kumpai, Desa Riding Panjang mengaku dirinya berkecimpung juga di penambangan itu. Kata Joni, dia juga mendukung adanya tambang laut itu.
” Waaaaa, nanyak ? Jelas mendukung lah ada ti jalan. Nggak nganggur, bukan sedikit warga Belinyu yang datang ke laut itu ngereman nyarik makan. Penambang juga ada yang dari Belinyu,” kata Joni. (Edho)