(Nyelater) Grup Musik Dambus Inisiatif Para Pemuda Belinyu

Bangka150 Dilihat
banner 468x60

BANGKA – Nyelater, adalah grup musik dambus tradisional yang diisi para pemuda-pemuda dari Kecamatan Belinyu. Nyelater sendiri diartikan bahasa spesifik Bangka nya adalah Natak, atau istilahnya pergi berkunjung kemana-mana.

Belakangan ini, mereka sudah beberapa kali tampil di warkop dan kafe yang ada di Kecamatan Belinyu. Dan itu sebagai ajang promosi mereka yang masih mempertahankan budaya.

Seperti halnya, Sabtu malam kemarin mereka tampil memukau dan menghibur di Qping kafe. Dengan personel yang lengkap.

Dambus adalah alat musik petik tradisional khas masyarakat Bangka Belitung, yang sering diartikan sebagai kesenian, lagu, dan tarian.

Berbentuk khas menyerupai kepala rusa atau kijang, alat musik ini terbuat dari kayu cempedak atau kenanga hutan, dan biasa digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat dan perayaan budaya.

Dambus dipetik diatas senar nilon, dilantunkan dengan syair selayaknya lirik pantun, dan diiringi dengan tabuhan gendang tradisional khas Bangka Belitung.

Penggagas grup dambus Nyelanter Aan mengungkapkan, tujuan mereka mendirikan grup dambus ini adalah untuk mempertahankan budaya lokal.

” Maksud dan tujuan penyelenggaraan nyelater adalah membangun ruang penguatan kapasitas masyarakat berbasis kebudayaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan sosial yang berkelanjutan,” ungkap Aan, Minggu (01/02/2026) siang, di warkop Duo Beranak.

Kata Aan, Nyelater ini dimaksud sebagai medium strategis untuk mengaktifkan kembali pengetahuan lokal, seni pertunjukan seni dambus ke masyarakat Belinyu yang hampir punah.

Dan juga lanjut dia, sekaligus memperkuat sumber daya manusia atau SDM lokal melalui proses partisipatif. Dia berharap, adanya regenerasi musik lokal dambus khususnya di Kecamatan Belinyu.

Dilanjutkan Aan, kedepan dalam waktu dekat dia dan rekannya akan menggelar festival seni dengan mengusung tema Belinyu Folklore Festival.

Dalam acara itu kata Aan, ada juga live musik dan diiringi juga dengan live lukisan pada event itu nantinya.

” In Sya Allah, dalam waktu dekat kita bikin event. Namanya, Folklore fetival diharapkan akan menjadi agenda tahunan di Kecamatan Belinyu dan diharapkan terbentuk pasar seni kriya yg pertama di Belinyu dan pertama di Babel,” kata Aan.

Nah, dengan adanya kegiatan dan kelompok seperti ini menjadi sebuah ajang posiitif. Dan diharapkan, peran pemerintah juga selayaknya mendukung kegiatan seperti ini. Guna mempertahankan budaya leluhur. (Edho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *