Nelayan Minta Aparat Bersihkan Tambang di Pulau Padi

Bangka1420 Dilihat
banner 468x60

BANGKA — Ratusan unit ponton isap produksi, nampak sudah mengepung perairan pulau Padi Teluk Kelabat Dalam, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu. Ratusan unit ponton isap itu bekerja mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh puluhan pos penimbangan atau pos pam.

Akibat kegiatan penambangan itu, berimbas pula kepada kelompok nelayan setempat. Pasalnya, wilayah tangkap mereka sudah dibabat oleh ratusan ponton yang menambang timah.

Eko, nelayan asal Dusun Mengkubung mengaku, pihaknya sudah kerap melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib. Namun kata Eko, hingga hari ini, Rabu (26/07) pagi, dia masih melihat ratusan unit ponton itu masih ada di perairan pulau Padi.

” Kalau melapor ke aparat, sudah sering lah. Itu yang dikerjakan wilayah tangkap nelayan yang di pulau padi. Kami minta lah aparat biar membersihkan itu,” kata Eko, Rabu siang.

Bahkan tak hanya itu, demi meminta aparat untuk membersihkan tambang di wilayah tangkap mereka, Eko pun kerap mengabadikan foto maupun video penambangan itu di status WhatsAppnya, dengan harapan aparat maupun pemerintah mendengarkan keluhan mereka.

” Kami cuma minta dengan aparat, wilayah pulau padi sampai Mengkubung itu dibersihkan dari tambang. Karena itu di luar IUP semua. Dan wilayah tangkap kami,” kata dia.

Dilain pihak, Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melalui Kasubdit Gakkum AKBP Indra Feri Delimunthe saat dikonfirmasi via pesan WhatsAppnya mengatakan, pihaknya akan melakukan penindakan terhadap hal ini.

“Kita akan lakukan penindakan terhadap penambang ilegal dilokasi tersebut (perairan pulau Padi),” tulis AKBP Indra dalam pesan WhatsAppnya. (Edho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *