BANGKA – Management dan Official tim sepakbola Akor FC asal Dusun Kusam, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, menyurati PSSI Kabupaten Bangka terkait kepemimpinan wasit yang diduga lalai dalam mengambil keputusan yang dianggap fatal dan merugikan tim.
Hal itu dilakukan tim Akor FC usai kalah adu penalti melawan Repel FC pada partai semifinal kejuaraan Sepakbola Kades Cup 4 Desa Gunung Muda, Selasa kemarin.
Manager tim Akor FC Muhamad Yozar Tery mengungkapkan, terjadi 2 insiden fatal yang membuat mereka merasa dirugikan.
” Iya benar, kami layangkan protes. Kami selaku manager atau pelatih, tim Akor FC merasa dirugikan. Ada 2 insiden yang terindikasi penalti. Waktu pertandingan semifinal yang kami lakoni hari Selasa kemarin,” kata Yozar, Jum’at (28/11/2025) malam.
Kata Yozar, wasit yang memimpin mereka anggap lalai dalam mengambil keputusan. Sebab hal itu kata dia, dalam kondisi real wasit berada dekat dengan area pelanggaran.
” Yang pertama pada menit ke 16 babak ke 2, terjadi Handball di kotak penalti dengan jarak pandang wasit sekitar 10 meter. Tetapi wasit lalai dan tidak mengambil keputusan,” bebernya.
” Yang ke dua, menit 20 pemain belakang lawan kami itu, melakukan sleding kepada pemain kami di kotak penalti. Lagi-lagi wasit yang memimpin tidak menggubris pelanggaran itu,” tambahnya.
Sementara Pengawas Pertandingan Kades Cup 4 Desa Gunung Muda yakni Gusrin, saat dikonfirmasi membenarkan adanya layangan protes itu.
” Iya benar, kami terima surat protes itu 1 jam setelah pertandingan. Hari Selasa kemarin,” kata Gusrin.
Gusrin mengaku, usai menerima surat protes itu pun pihaknya langsung meneruskan ke PSSI Kabupaten Bangka.
Dan hasilnya pun kata Gusrin, sudah keluar hari ini. Dan protes dari tim Akor FC pun sudah diterima dan ditindak lanjuti.
” Untuk tindak lanjut itu dari komdis PSSI Kabupaten Bangka sudah keluar hari ini. Dan hasilnya, dikenakan sanksi tidak boleh memimpin pertandingan selama 12 bulan kepada wasit yang dilaporkan,” jelasnya.
Sementara Ketua PSSI Kabupaten Bangka Romdani, mengaku menerima surat protes dari kesebelasan Akor FC.
” Iya ada aduan itu, kami terima. Dan ditangani oleh Komisi Disiplin atau Komdis,” kata Romdani.
Romdani juga berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan dia menyampaikan untuk ke depannya kepada panitia penyelenggara turnamen untuk lebih selektif dalam memilih wasit. Terutama, sudah memasuki babak 8 besar.
” Kedepannya itu, kalau sudah babak 8 besar pakailah wasit dari PSSI Kabupaten. Kedepan nanti ke panitia penyelenggara, untuk menugaskan wasit yang memang benar-benar masih produktif terutama usia. Supaya lebih maksimal. Dan bekoordinasi ke PSSI terlebih dahulu,” jelasnya. (Edho)










