Lanal Babel dan PLN Bersinergi, Wujudkan Program Bintahwilmar Lewat Rumpon Hybrid

Bangka95 Dilihat
banner 468x60

BANGKA – PT PLN Unit Induk Wilayah atau UIW Bangka Belitung, mendatangi Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung, Senin (04/05/20226) siang.

Kegiatan itu dalam rangka menjalin sinergitas dan mendukung program unggulan PLN dalam hal ini disebut sebagai Tanjung Jawab Sosial Lingkungan atau TJSL.

Kegiatan ini juga mengusung program TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lanal Babel dengan program Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim atau Bintahwilmar

Kedatangan rombongan PLN UIW Bangka Belitung yang dipimpin oleh Ira Savitri selaku General Manager beserta staff lainya disambut langsung oleh Danlanal Babel Kolonel Marinir Yulindo.

TJSL PLN dengan program Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim itu didukung oleh Lanal Babel. Dengan program pembangunan sejumlah sarana yang dimanfaatkan untuk masyarakat.

Salah satu bentuk TJSL yang saat ini rampung di Kecamatan Belinyu adalah berbentuk fasilitas yang dibangun mencakup rumah pijah sebagai inkubator cumi dan lobster, penyediaan keramba jaring apung atau KJA serta instalasi atraktor hybrid dan fish shelter atau rumah ikan.

Memang pengerjaan fisik telah dinyatakan rampung 100% pada 10 Desember 2025 yang berlokasi di Dusun Bukit Tinggi, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu yakni Rumpon Hybrid.

Lanal Babel bersama PLN UIW Babel. (Foto : Ist)

Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung Kolonel Mar Yulindo mengungkapkan, seluruh sarana dan prasarana yang telah dibangun akan difungsikan sebagai motor penggerak ekonomi.

‎” Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi lingkungan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar,” kata Yulindo.

Menurut Yulindo, ini merupakan bukti nyata dari sinergitas yang terjalin antara TNI Angkatan Laut dan BUMN.

” Ini adalah bukti nyata sinergitas antara TNI AL dan BUMN dalam membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat serta menjaga kedaulatan pangan dari sektor laut,” ujarnya.

Dilanjutkan Yulindo, Bintahwilmar bertujuan mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh demi pertahanan negara.

Melalui kolaborasi bersama ini Yulindo mengungkapkan, dapat memperkuat kondisi sosial masyarakat pesisir.

” Nelayan yang sejahtera dan berdaya secara ekonomi akan menjadi garda terdepan yang solid dalam menjaga stabilitas keamanan di beranda laut nusantara. Ke depan, fasilitas ini harus terus dijaga dan dikembangkan oleh warga agar tidak lagi semata-mata bergantung pada tambang,” jelasnya.

Sementara GM PLM UIW Bangka Belitung Ira Savitri mengungkapkan, sinergi ini merupakan bukti nyata kehadiran perseroan yang kini bergerak melampaui tugas kelistrikan.

Pemanfaatan material FABA juga merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG.

“ Sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan daerah. Melalui inovasi FABA dan teknologi rmpon hybrid,” kata Ira.

” PLN mendampingi TNI AL dalam memperkuat Bintahwilmar. Kami berharap ekosistem perairan pesisir Belinyu menjadi jauh lebih produktif, sehingga kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan,” tambahnya.

Program strategis ini juga idukung oleh kolaborasi lintas elemen, termasuk dunia akademis.

Rahadian, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung atau UBB yang terlibat dalam tim pengelola, menjelaskan siklus operasional fasilitas tersebut.

” Sistem ini terintegrasi dari hulu ke hilir. Rumah pemijahan berfungsi menetaskan telur cumi secara aman. Setelah itu, benih dipindahkan ke keramba jaring apung di laut lepas untuk proses pembesaran,” jelas Rahadian.

Ditambahkan Rahadian, pelibatan generasi muda dalam proyek TJSL ini menjadi laboratorium nyata yang memberikan gambaran riil mengenai peluang kerja di sektor maritim. (Edho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *