Satu Korban Meninggal Karena Salah Sasaran
BANGKA – Satreskrim Polres Bangka, menetapkan satu orang tersangka atas kejadian perkelahian pemuda yang terjadi di jalan Yos Sudarso PMD, Kecamatan Belinyu, Minggu (08/02/2026) dini hari.
Usai menjalani sejumlah prosedur penanganan dan penyidikan, lalu pada Minggu malam tadi, pihak Kapolisian Polres Bangka menetapkan 1 orang tersangka atas kejadian itu, yakni Aldo (21) warga asal Sumatera Selatan.
Kapolres Bangka, melalui Kasat Reskrim AKP Mauldi Waspadani mengatakan, perkelahian massa itu berawal dari tersangka yang lebih dulu mengajak korbannya Diki warga Berok, Kecamatan Belinyu, untuk duel di pantai putat, pada Sabtu malam.
” Tersangka 1 orang. Atas nama Aldo, awalnya si korban Diki ini diajak berkelahi di putat,” ungkap Mauldi.
Dilanjutkan Mauldi, korban Diki yang menolak ajakan duel itu, memilih tidak dan menjauhkan diri. Namun, pelaku menikam korban dengan sajam, namun hanya terkena sabetan saja di lengan sebelah kiri.
Dikatakan Mauldi, korban berusaha teriak minta tolong, karena diintimidasi pelaku menggunakan sajam oleh pelaku di parkiran. Karena situasi ramai, pelaku pun lari.
Berdasarkan data dari Kepolisian yang diterima, kemudian dari itu, korban yang terluka ringan karena sabetan sajam, memutuskan pulang. Namun, pas melewati kontrakan di PMD, korban melihat pelaku sedang duduk di teras kontrakan itu.
Merasa ingin menyelesaikan masalah, maka korban pun mendatangi pelaku untuk menyelesaikan masalah. Dan mereka sempat sepakat berdamai didampingi teman korban.
” Sempat damai, karena korban ini niat datang ke kontrakan korban dan bicara baik-baik,” kata Mauldi.
Puncak keributan terjadi, massa tiba-tiba datang ke kontrakan korban dan langsung melakukan penyerangan terhadap pelaku. Orang tua pelaku yakni Matsa kabarnya melawan, dan mengambil sajam dari dalam kontrakan.
Massa semakin mengamuk, dan menyerang pelaku yang melakukan penusukan awal terhadap korban. Pihak Kepolisian dari Polsek Belinyu yang mendapatkan kabar itu, langsung bergegas menuju lokasi kejadian.
Saat Polisi datang situasi massa yang ramai, petugas berusaha mengamankan pelaku dari amukan massa saat itu.
Namun massa semakin geram, lantaran pelaku Aldo yang sudah diamankan didalam mobil Polisi, masih berteriak ingin menusuk massa.
Dan disitulah, amukan massa semakin membabi buta. Aldo menjadi amukan massa yang geram karena dikabarkan sudah menikam Diki di putat.
Matsa sang ayah pelaku pun tak luput dari amukan massa. Dia yang tetap melawan membela menggunakan sajam, masih tetap menjadi amukan massa.
Polisi yang berusaha meredam aksi itu, berupaya keras menyelamatkan pelaku dan ayahnya. Mobil patroli Polsek Belinyu pun menjadi sasaran dan mengalami kerusakan.
Petugas pun berhasil mengamankan pelaku dan ayahnya dengan kondisi yang sudah babak belur dihakimi massa. Dan lalu melarikan keduanya ke rumah sakit medika stania dan puskesmas Belinyu.
Satu Korban Meninggal Salah Sasaran
Sementara dari itu, 1 orang menjadi korban dan meninggal dunia akibat kejadian amukan massa saat itu.
AKP Mauldi menjelaskan, korban yang meninggal atas nama Tomas itu merupakan korban salah sasaran.
Kata Mauldi, Tomas yang pada saat itu baru pulang dari pantai putat bersama teman wanitanya tak sengaja berhenti melihat keramaian massa.
Tomas yang mendekat ke arah kontrakan terkena tusukan sajam dari pelaku.
Sebab kata Mauldi, ditemukan luka tusukan ditubuh korban. Sehingga menyebabkan pendarahan. Dia sempat mendapatkan perawatan intensif di puskesmas Belinyu. Namun nyawanya, tak dapat tertolong.
” Jadi Tomas ini, baru pulang jalan-jalan, lihat ada ramai-ramai dia berhen. Dan terkena tusukan dari pelaku yang melawan. Karena luka, dibawa ke puskesmas. Dan begitu di cek, ada luka tusukan di dada korban. Jadi nggak tahu menau Tomas ini, lewat lokasi kejadian lihat kerumunan massa dia masuk ke kerumunan massa. Dan saat itu, pelaku dan ayah korban ini melawan pakai sajam. Dugaan sementara, terkena tusukan itu. Dan dipukul dengan kayu juga,” bebernya.
Pelaku Aldo dan Ayahnya Matsa, mengalami luka serius. Kabarnya Matsa sang ayah dirujuk ke RSUD Sungailiat.
Atas kejadian itu, kontrakan milik Usman warga Yos Sudarso rusak parah, karena amukan massa. Polisi bekerja ekstra keras sejak awal kejadian hingga Minggu pagi langsung melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian.
Atas kejadian itu tentunya menjadi atensi bagi pemangku jabatan wilayah setempat. Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprofokasi atas hal ini.
Dia berharap, kejadian ini tidak terulang lagi. Pihaknya pun sudah melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku.
” Kami harap kejadian ini tidak terulang lagi. Dan kepada masyarakat khususnya di Belinyu, untuk tidak terprofokasi atas kejadian ini. Kami juga sudah melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Termasuk penanganan penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan tersangka,” ungkap Deddy. (Edho)









