13 Orang Terjaring Operasi Antik Narkoba Polres Bangka

Bangka607 Dilihat
banner 468x60

BANGKA — Sebanyak 13 orang terjaring dalam operasi antik Polres Bangka yang digelar sejak 23 Februari sampai dengan 05 Maret 2023. Dari 13 orang itu, 12 orang terduga pelaku adalah laki-laki dan 1 orang perempuan.

Selain mengamankan 13 orang, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja.

” Selama operasi, yaitu 12 hari dari 22 Februari sampai 05 Maret ada 13 orang kami amankan. Dengan barang bukti sabu sebanyak 150,63 gram, ganja 10,3 gram dan pil ektasi 3,79 gram dengan jumlah 9 butir,” ungkap Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Capt Yordansyah, saat press release, Selasa (07/03) pagi, di Polres Bangka.

Kompol Yordan mengungkapkan, selama operasi antik tersebut terdapat 9 laporan Polisi, dengan jumlah target operasi sebanyak 3 orang dan sisanya 10 orang adalah non target operasi atau TO. Mereka yang diamankan kata Yordan adalah pengedar.

 

Kabag Ops Polres Bangka Kompol Capt Yordansyah didampingi oleh Kasatres Narkoba IPTU Deni Wahyudi serta Kasi Humas menunjukkan barang bukti narkotika saat prees release. Foto : Edho.

Berdasarkan pengakuan dari sejumlah tangkapan, barang terlarang itu akan diedarkan kepada para penambang. Maka dari itu Yordan mengimbau, pihaknya akan gencar melakukan pencegahan peredaran itu bahkan hingga ke bandar besar.

Berdasarkan data yang diterima dari Polres Bangka, perbandingan hasil operasi antik dari tahun 2022 hingga 2023 mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 lalu, Polres Bangka mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 32,38 gram dengan jumlah terduga pelaku sebanyak 5 orang.

Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Taufik Noor Isya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dengan narkoba. Kata Taufik, peran dan kesadaran masyarakat tentang bahayanya narkoba ini sangat diperlukan.

” Iya, agar masyarakat tidak terlibat dengan narkoba karena tidak ada faedah dan manfaatnya, peran dan kesadaran masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba juga sangat diperlukan bagi upaya pencegahan serta pemberantasannya. Stop dan perangi Narkoba demi masyarakat tangguh dan Indonesia maju,” kata AKBP Taufik. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *